Categories
Rumah

Trendi Dengan Bentuk Heksagonal

Bentuk segi enam atau dikenal juga dengan sebutan heksagonal sempat menjadi tren desain untuk media penyimpan. Kini, produsen penutup lantai turut menerapkan bentuk tersebut ke dalam koleksi produk mereka. Inovasi bentuk keramik ini pun disebut-sebut akan menjadi tren baru di ranah penutup lantai. Usut punya usut, bentuk ini sudah berjaya pada zaman Romawi kuno, lho.

Baca juga : Jual Genset Bali

Menurut Jimin Suman, General Manager Marketing Roman Ceramics, heksagonal merupakan salah satu bentuk geometris simetris yang dapat digunakan untuk menutupi bidang luas sehingga tidak menyisakan ruang sisa. Bentuk ini sudah dipakai pada bangunan di zaman Romawi. “Bentuk heksagonal kembali menjadi tren setelah dipakai kembali oleh para desainer di kawasan Eropa dan Amerika.

Salah satunya dapat dilihat di pameran tahunan Internasional Ceramic Tiles Exhibition (Cersaie) yang berlangsung di Bologna, Italia,” ujar Jimin menjelaskan. Bentuk heksagonal terinspirasi dari sarang lebah yang tidak saja indah, tetapi juga memiliki struktur yang kuat. Ada pula anggapan bahwa bentuk ini mengadopsi tampilan batu yang terbentuk oleh alam, misalnya batuan yang terlihat di Giant’s Cause Way, di Irlandia.

Tampilan heksagonal yang tak biasa di area lantai, tentu memberi kesan berbeda dibandingkan dengan bentuk-bentuk yang sudah umum, seperti persegi atau persegi panjang. Oleh sebab itu, bila Anda ingin menciptakan sebuah konsep ruang yang unik, bentuk heksagonal adalah pilihannya. Saat ini bentuk heksagonal tersedia di jenis penutup lantai keramik dan ubin homogeneous.

Interlock Si Penyamar Nat

Selain heksagonal, bentuk lain yang akan membuat ruangan Anda tampil unik adalah dengan menggunakan ubin interlock. Ubin interlock tidak berbentuk persegi atau persegi panjang. Bentuknya disesuaikan dengan model atau desain yang ingin diterapkan, seperti motif floral, geometris, batu alam, heksagonal, dan lainnya. Keunggulan ubin interlock dibandingkan dengan ubin pada umumnya adalah bentuknya yang seolah saling mengikat, sehingga membuat celah pertemuan antar-keramik dapat tersamarkan dengan baik. Sistem ini membuat keramik seolah tak memiliki nat. Alhasil, ruangan tampak lapang karena nat terkesan tak terlihat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *