Categories
Parenting

Perkembangan Motorik Batita

Jika batita Mama belum mencapai tonggak-tonggak perkembangan dalam beberapa minggu dari waktu rata-rata, diskusikan hal itu dengan dokter. Tahukah Mama, kalau batita memperoleh keterampilan mo torik dalam urutan yang sudah bisa diprediksi? Pertama-tama mereka belajar berjalan, memanjat, melompat dengan kedua kaki, dan seterusnya.

Baca juga : Kerja di Jerman

Namun pada tiap anak, urutan ini bisa berbeda. Ketika batita tampaknya terlambat pada satu urutan tertentu, misal, berjalan, belum tentu perkembangan motoriknya bermasalah secara keseluruhan. Meng ingat, ada juga anak yang tidak melalui fase merangkak dan bisa langsung berjalan. Nah, dengan mengetahui perkembangan yang terjadi di usia batita, Mama bisa melakukan antisipasi atau perbaikan sedini mungkin bila ada keterampilan yang belum dikuasainya di usia batita. Salah satu cara mengetahui masalah ini adalah dengan terus mengembangkan keterampilan motorik si buah hati melalui kegiatan sehari-hari.

Dengan begitu, Mama bisa mengecek keterlambatan terjadi di mana. GANGGUAN KUALITATIF & KUANTITATIF Andrew Adesman, kepala pediatri per kembangan dan perilaku di Schneider Children Hospital, New York mengatakan, orangtua perlu me nge tahui bahwa perkembangan batita terkadang bisa terhambat oleh adanya gangguan kualitatif, terkadang juga lantaran gangguan kuantitatif. Gangguan kualitatif adalah ke tidaknormalan yang terjadi di dalam dan dari diri anak sendiri. Misal, satu atau kedua kaki anak mengalami kekakuan parah. Sedangkan gangguan kuantitatif adalah perilaku anak yang tak normal pada waktu-waktu tidak aktif.

Contoh, merangkak adalah aktivitas perkembangan yang normal, tapi jika anak masih merangkak di usia 18 bulan tanpa ada tanda akan segera berjalan, bisa jadi ia memiliki gangguan kuantitatif. Namun Mama tak perlu cemas, bila ada kemampuan yang belum dikuasai anak (misal, tidak bisa menaiki tangga tapi melakukan hal lainnya dengan baik), biasanya bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Berikut tanda-tanda perkembangan fisik pada batita umur 12 sampai 18 bulan. Jika batita gagal mencapai beberapa tonggak berikut (baik di satu area atau satu di tiap area), hubungi dokter anak Mama.

MENGECEK MOTORIK 13–18 BULAN ¦ Umur 13 bulan: ? Berjongkok untuk bermain. ? Memanjat naik dan turun dari kursi kecil. ? Menjimpit makanan dengan jari. ¦ Umur 15 bulan: ? Memegang krayon dan mencoratcoret secara spontan. ? Berdiri sendiri dari lantai. ? Memanjat kursi untuk meraih benda-benda. ¦ Umur 18 bulan: ? Mampu berjalan. ? Belum bisa melepas kaus kakinya. ? Mampu meng genggam krayon dan meniru coretan. ? Mencoba menendang bola yang besar. ? Setelah beberapa bulan berjalan, batita melangkah dengan menjejakkan kaki dari tumit ke ujung kaki. ? Konsisten tidak berjalan lagi dengan berjinjit.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *