Categories
News

Peluang Budidaya Timun – Untung Lebih Dari Dua Kali Part 2

Peluang Budidaya Timun – Untung Lebih Dari Dua Kali Part 2

Untuk aplikasi pemupukan, pupuk organikpupuk kandang, mulai diberikan pada tahap pengolahan lahan. Kebutuhan pupuk urea adalah sebanyak 75 kg per hektar, dengan komposisi 25 – 35 kg diberikan pada saat tanam. Sisanya diberikan pada usia 15 – 20 hari setelah tanam. Sedangkan pupuk TSP dan KCL diberikan saat tanam dengan komposisinya 40 kg hektar TSP dan 20kg per hektar KCL. Agar budi daya berjalan mulus, pastikan tak ada serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). “Yang agak berat pernah saya alami adalah serangan kresek. Kalau terserang, daun jadi keriting, kalau sudah gitu pertumbuhan tanaman jadi tidak bagus, dan hasil panen bisa jeblok,” kata Sutrisna.

Sumber : Jasa Seo Semarang

Selain kresek, mentimun diketahui juga relatif rentan akan serangan penyakit embun bulu, fusarium dan gemini virus Dari sisi jenis hama, menurut Dudy Kristiyanto, Development & Product Stewardship Manager PT Bina Guna Kimia, perusahaan produsen pestisida, family Cucurbitaceae (timun timunan), hama penghisap dan hama pengorok daun (liriomyza), adalah jenis hama paling banyak merugikan. “Liriomyza pada musim kemarau seperti saat ini, akan banyak menyerang hampir semua tanaman, termasuk tanaman timun, jadi berhati-hatilah,” ujarnya. Agar aman dari serangan hama dan penyakit, petani dihimbau melakukan langkah-langkah pencegahan.

Selain dengan menggunakan benih tahan penyakit, penggunaan pestisida secara tertib sesuai ketentuan, digadang dapat menekan risiko serangan. Jadwal aplikasi penyemprotan pestisida, dapat dilihat pada kemasan pestisida yang digunakan oleh petani. Tiap merek pestisida, biasannya memiliki anjuran pakai yang berbeda. Pasar Terbuka Tanaman timun sudah mulai berbunga pada usia 20 hari setelah tanam, dan berbuah setelah 40 hari. Panen pertama budi daya mentimun biasanya dilakukan pada umur 60 – 75 hari. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dari 1 hingga1,5 bulan. Per hektar rata-rata mampu menghasilkan 35 – 50 ton panenan.

Tergantung varietas bibit dan pemeliharaan. Setelah dipanen, timun biasanya dikumpulkan dalam wadah, atau karung, lalu disimpan di tempat yang sejuk, agar buah mentimun tetap segar. Sebelumnya, petani umumnya melakukan sortasi dan grading, yaitu memilah buah berdasar kondisi fisik dan ukuran. Terkait pasar, Ono menyebut, permintaan pasokan timun masih cukup besar. “Yang saya tahu, untuk Pasar Induk Kramatjati (PIK) Jakarta saja itu, dalam seharinya butuh paling sedikit sekitar 30 ton timun untuk memasok pasar-pasar kecil di sekitar Jabodetabek,” ujar Ono yang mengirim hasil panennya ke PIK.
Selain ke pengepul dan PIK, pasar timun dalam skala besar juga bisa ditujukan bagi pemenuhan kebutuhan pasar swalayan. Info lebih detail, petani bisa menghubungi langsung bagian penerimaan barang dari pasar swalayan tersebut, atau juga menggunakan jasa suplier. Namun umumnya, selain kualitas yang dibutuhkan cukup tinggi, pasar swalayan pun mensyaratkan kontinuitas pasokan. Artinya, petani mesti bisa memenuhi kuota pasokan yang ditetapkan secara berkala. Sedangkan terkait harga, pasar swalayan mematok harga kontrak terhadap petani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *