Categories
News

Desain Apartemen yang Minimalis namun Maksimal

marakNya peNgguNaaN konsep ”minimalis” di berbagai hunian tak selalu disukai oleh semua kalangan. Terkadang, ada rasa kaku yang terasa dari gaya “serbasimpel” tersebut yang seakan mengurangi kenyamanan penghuninya. kurang lebih itulah yang dirasakan oleh Maharani, ketika ia hendak merancang apartemen untuk ia tinggali. Dan ia memutuskan untuk berkonsultasi mengenai hal tersebut kepada ahlinya, desainer interior riska Anggarini. sering bepergian ke luar negeri membuka mata Maharani akan desain yang lebih beragam. Dari sekian banyak negara yang ia kunjungi, Amerika adalah negara yang paling lama ia tinggali. itulah sebabnya American style adalah gaya yang akhirnya ia pilih untuk diterapkan di apartemennya. “karena hunian ini berbentuk apartemen, dengan luasan terbatas, maka saya tidak bisa menerapkan konsep klasik yang terlalu dominan.

Maka gaya dikombinasikan antara klasik dan modern,” jelas riska. Berdasarkan pada pemahaman tersebut, riska cukup membatasi desainnnya agar tetap terlihat homey dan sederhana. esensi Amerika yang riska aplikasikan terlihat pada penerapan panel kayu di dinding, selayaknya hunian di belahan negara barat. Finishing duco pun terlihat di panel-panel tersebut, hingga ke furnitur pengisi ruang. Aksentuasi ditekankan pada penambahan berbagai elemen dekorasi seperti aksesori hingga pernakpernik. ramainya dekorasi menjadi penambah estetika pada desain interior yang sederhana. Meskipun apartemen tersebut sebenarnya merupakan gabungan dari 2 unit apartemen, tak berarti bagian dalamnya otomatis terlihat lapang dan luas. Banyaknya kolom yang menonjol di beberapa sudut ruang menjadikan pengolahan interior apartemen ini terbatas. Untuk menyiasatinya, riska merancang beberapa furnitur seperti kabinet TV dan lemari pakaian yang menyatu dengan bentangan kolom. sekilas, kolom terlihat seperti bagian dari furnitur-furnitur built-in tersebut. Tak lupa apartemen yang berada di jakarta ini di bekali dengan genset perkins yang berkualitas dan di beli disini https://rajawalindo.com/products/jual-genset-jakarta-2/

Categories
News

Napi Teroris Anwardi Tertangkap di Pasuruan

Buronan eks narapidana teroris (napiter) Abdullah alias Anwardi, pemilik bom yang meledak hingga melukai anak balitanya di Kelurahan Pogar, K e c a m a t a n B a n g i l , Kabupaten Pasuruan, berhasil ditangkap petugas Polsek Lawang di kawasan Jalan Kalibiru, Kecamatan L a w a n g , K a b u p a t e n Malang, Sabtu (4/8). Petugas terpaksa melumpuhkan pelaku dengan tembakan karena Anwardi menyerang saat hendak ditangkap. Dari tangan napiter ini diamankan, sebilah senjata tajam pisau, 90 butir gotri, jaket parasit warna biru, serta sebuah tas warna merah. Demikian keterangan K a p o l r e s M a l a n g AKBP Yade Setiawan Ujung yang dikonfirmasi, Minggu (5/8).

Penangkapan terhadap Anwardi bermula dari informasi warga yang melihat seorang pria tak dikenal tengah tidur-tiduran dengan beralaskan tas di wilayah RT 01 sekitar Pasar Lawang. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas patroli Polsek Lawang dengan mencoba mendatangi lelaki tak dikenal itu. Ketika didekati, lelaki tersebut mengeluarkan pisau dan mengancam akan melemparkan bom yang dibawanya. Hadi Suyatno, Ketua RT 01 melihat, orang yang mencurigakan itu justru menyerang petugas patroli dengan pisau ketika ditanya identitasnya.“Karena masih melawan, ya kemudian ditembak tangannya yang membawa pisau itu,” ujar Hadi Suyatno ketika ditemui, Minggu siang. Penangkapan S e m e n t a r a i t u , D e t a s e m e n K h u s u s (Densus) 88 Antiteror pada akhir pekan lalu melakukan penangkapan terduga teroris di sejumlah daerah, di Jawa Timur (Jatim), Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). AR, terduga teroris yang tinggal di Perum Istana Tegalbesar, Cluster Kutai, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Sabtu (4/8) malam lalu diamankan petugas Densu.

Dari rumah terduga,petugas Densus mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya laptop, senjata tajam dan dua buah telepon seluler (ponsel) beserta delapan kartu perdana ponsel. Pada Jumat (3/8), Densus 88 menangkap tiga orang terduga teroris di Kcamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Di Banyuwangi, seorang PNS Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), EPW (30) diamankan petugas pada Kamis (2/8) lalu. Di Jateng, Densus 88 meringkus seorang terduga teroris berinisial A (35), warga Manyaran, Kota Semarang. Sebelumnya, Densus 88 menangkap tiga terduga teroris di Kabupaten Tegal dan Kota Semarang pada Sabtu. Hal tersebut dibenarkan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol.Condro Kirono ketika dikonfirmasi. Di Jabar, petugas Densus 88 mengamankan seorang warga ZA (50) di Kampung Gunung Gagak, D e s a S u k a w a n g i , Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu dini hari.

Kepala Desa Sukawangi Hadiansyah memperoleh informasi dari kepolisian setempat bahwa warganya telah dibawa oleh Densus 88, diduga ada keterlibatan dalam jaringan teroris di Indonesia. Ia menyampaikan, warga yang diamankan tersebut kesehariannya biasa-biasa saja, bahkan sering bergaul dengan warga sekitar. Di Jakarta, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, lebih dari 260 terduga teroris ditangkap petugas, hingga Minggu kemarin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170-an sudah dijadikan tersangka. Menurut Kapolri, saat ini para napi teroris ada yang dititipkan Polda dan di Polres. Diketahui karena sejak aksi serangan bom di Kota Surabaya, pada Mei lalu, sebanyak 300 terduga teroris ditangkap Densus 88.“Mereka (ditahan) di Polda-Polda atau PolresPolres. Ada 170-an yang sudah jadi tersangka,” jelasnya.