Categories
Kuliner

Nikmatnya Cendol Berkuah Bakso ala Cafe Instagramable di Jakarta

Nikmatnya Cendol Berkuah Bakso ala Cafe Instagramable di Jakarta

Bakso cendol yang unik ini merupakan kreasi Safferend Armando (26) atau kerap disapa Arman. Menurutnya, ide menggabungkan bakso dengan cendol berawal ketika ia sedang menyantap hidangan khas Tionghoa, locupan, yang teksturnya mirip cendol. Hanya saja, tekstur locupan lebih kenyal layaknya kwetiau, bila dibandingkan cendol. Biasanya, locupan diolah seperti sajian mi ayam, mi/kwetiau goreng. “Nah, dari situlah muncul ide memadukan cendol dengan makanan yang banyak digemari orang, yakni bakso,” ujar Arman yang lantas membuka kedai Bakso Cendol Tuman.

Membuat adonan cendolnya terbilang susah-susah gampang. Bahkan Arman sampai 10 kali menguji coba resepnya, demi mendapatkan tekstur cendol yang pas. “Bagian tersulit terletak pada menentukan suhu air, kepadatan cendol, dan komposisi tepungnya,” terang Arman yang menggunakan campuran beberapa jenis tepung, namun didominasi tepung beras. Cendol buatan Arman, tak menggunakan zat pewarna tambahan, sehingga warnanya putih, seperti butiran nasi. Dalam seporsi bakso, takaran cendolnya 2 sendok sayur kecil. Uniknya lagi, Arman memadukan cendol putihnya dengan bumbu khas bakso kuah ala Pulau Kalimantan, yakni bawang putih goreng dan sedikit minyak wijen, yang baru dituang ke mangkuk begitu dipesan.

“Jenis kuah dengan bumbu ini, saya rasa lebih sesuai dipadukan dengan cendol putihnya. Jadi terasa lebih gurih dan wangi, meskipun kuahnya bening,” katanya lagi. Semangkuk bakso cendol dilengkapi 4 butir bakso halus atau urat, dengan taburan bawang goreng dan irisan daun seledri. Seporsi cendol bakso halus harganya Rp 10 ribu, dan cendol bakso urat harganya Rp 12 ribu. Saking uniknya sajian ini, kata Arman, setiap harinya ia mampu menjual 50-100 mangkuk. “Ramainya pengunjung tak tentu. Kadang di akhir pekan ramai, kadang di hari biasa juga ramai,” imbuhnya.

Dipopulerkan food blogger

Kendati bakso cendol kreasi Arman ini terbilang tak familiar di lidah warga Yogya, namun Arman percaya diri memasarkan produknya. Arman kerap memberi sampel semangkuk cendol plus kuah gurihnya kepada pelanggannya. “Kalau suka, mereka baru pesan,” ujarnya. Tak hanya itu, Arman pun tak segan mengundang food blogger lokal yang aktif mengunggah foto makanan di media sosial. Tak kurang dari 10 food blogger diajaknya mencicipi cendol baksonya dan mengulasnya di akun media sosial mereka. “Cukup berpengaruh ke penjualan,” tutup Arman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *