Categories
Parenting

Maksimalkan Perlindungan Si Kecil Bag2

TRUE LOVE Selain nutrisi, kebutuhan paling mendasar anak adalah kelekatan (attachment) dan stimulasi. Nutrisi untuk raga, attachment untuk jiwa, dan stimulasi untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak. Terkait dengan ini, Ratih mengingatkan akan true love atau cinta sejati. Cinta sejati orangtua adalah memberi anak yang terbaik, yakni hal-hal yang dibutuhkan anak, bukan hanya yang anak suka. Salah satu bentuk true love orangtua adalah penegakkan disiplin.”Manusia adalah mahluk kebiasaan. Awalnya mungkin anak menolak dengan jadwal rutinitas yang kita tentukan, namun dengan sikap konsisten orangtua, disiplin dapat ditegakkan,“ jelas Ratih.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

ANAK HARUS LEBIH TINGGI DARI ORANGTUA?

 Itu merupakan pertanyaan menarik yang muncul pada sesi tanya jawab. Saptawati Bardosono, yang akrab disapa dr. Tati menjawab “Ya, kalau nutrisi dan stimulasinya tepat,” ujar dr. Tati. Beliau mencontohkan bangsa Jepang. yang butuh 3 dekade untuk merubah “nasib”. “Sekarang orang Jepang tubuhnya tinggi-tinggi. Jadi jangan menyerah. Bila merasa diri kita pendek, berikan nutrisi dan stimulasi tepat pada anak. Anak, misalnya, harus mendapat cukup kalsium. Namun anak juga butuh nutrisi lainnya karena kalsium tidak dapat berdiri sendiri. Jangan lupa, biarkan anak banyak bergerak,”sarannya. TIGA MENU SEHAT Acara berlanjut dengan demo masak oleh Chef Hedri Dwi Wibowo. Ada tiga menu sehat yang disajikan: Tumis Daging Spesial, Stik tempe, dan Puding Apel Ceria. Para peserta pun mendapat kesempatan mencicipi kelezatan masakan Executive Chef dari Hotel Santika Premier Semarang tersebut. Nah, kemeriahan Sharing Moment ditutup dengan kuis, door prize, dan tentu makan siang. Seru ya!

JANGAN SEPELEKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH

Akurasi dalam pengukuran tekanan darah, ternyata sa ngat penting dilakukan di awal kehamilan, agar bi sa menemukan risiko-risiko gangguan kehamilan, demikian hasil pe ne litian yang dimuat di The Obstetrician & Gynaecologist. Selama ini pengukuran tekanan darah dianggap para ahli masih belum dilakukan dengan baik dan ini berkaitan dengan teknik yang kurang tepat, juga pelatihan yang kurang berkualitas. Hasilnya, risiko kehamilan, seperti preeklamsia, bisa luput dari pengamatan. Untuk itu, Andrew H. Shennan, profesor obstetri dari Women’s Health Academic Centre, London menganjurkan pihak medis lebih teliti dan akurat dalam pengukuran tekanan darah. “Misalnya, dengan lebih memahami kelebihan dan kekurangan alat yang digunakan, serta memperbaiki dari segi teknis,” kata Shennan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *