Categories
Kuliner

Dendeng Age Yang Unik ala Catering Sehat Jakarta

Stoica.id – Dendeng Age Yang Unik ala Catering Sehat Jakarta. Dendeng adalah hidangan dari daging yang dibumbui lalu dikeringkan. Dari aneka macam dendeng yang ada di kuliner Indonesia, ada dendeng age yang sangat unik. Kalau dendeng lain tampil begitu saja, dendeng age tampil dijepit bilah bambu tipis. Tentu ada alasan mengapa dendeng ini jadi unik. Dendeng age sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Jawa Tengah khususnya Solo. Diperkirakan sejak tahun 18-an. Namun belum tentu pada saat itu semua orang sudah pernah mencicipinya.

Mengapa begitu? Karena dendeng age hanya jadi makanan Keraton. Tercatat Paku Buwono IX yang bertahta antara tahun 1861 hingga tahun 1893 sangat menggemari hidangan ini. Begitu pun Hamengkubuwono VIII (1921-1939) dan Mangkunegara VI (1896-1916). Biasanya santapan yang disajikan kepada para raja, tidak disantap oleh rakyat jelata. Dendeng age dibuat dari cincangan daging yang diberi bumbu. Bumbu yang dominan adalah ketumbar.

Yang unik, adalah tampilannya. Daging dijepit dulu dalam bilah bambu tipis. Ujung bambu biasanya ditutup pelepah pepaya agar tidak lepas jepitannya. Kadang juga ada yang melapisi dendeng dengan daun pisang di ujungnya. Jelas terlihat dendeng dibuat sangat spesial. Sangat bisa jadi karena dendeng disuguhkan kepada para raja.

Sampai saat ini menu ini masih disuguhkan di acara-acara yang diselenggarakan di keraton. Salah satunya ketika ada pesta pernikahan, misalnya. Selain rasa ketumbar yang dominan, rasa manis juga cukup menonjol. Rasa manis muncul dari gula kelapa. Hampir semua masakan Jawa menggunakan gula kelapa. Mengapa tidak gula putih? Gula kelapa sudah digunakan dalam waktu lama dan sudah jadi kebiasaan sebelum gula pasir ada.

Kelapa memang jadi tanaman yang mudah ditemui di Indonesia. Itu sebabnya, kecuali gula merah, santan juga termasuk bahan pangan yang sering digunakan dalam masakan Jawa, termasuk si dendeng age ini. Kini dendeng age bisa disantap siapa saja dan termasuk dendeng yang disukai termasuk oleh orang-orang yang bukan Jawa. Rasa manisnya mungkin saja sudah berkurang. Dagingnya tidak selalu dibuat dari daging giling. Tetapi dari tampilannya, orang tetap tahu itulah si dendeng age karena begitu khasnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *