Categories
Parenting

Positif Kembar Empat

Dalam perjuangan menjalani kehamilan sulit ini, saya kembali dikejutkan oleh hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan, bayi di rahim saya berjumlah tiga. Lucunya, saat pemeriksaan minggu ke-11 kehamilan, dokter menyatakan bayi yang saya kandung ada empat. Duh! Saya sempat panik dan bingung saat itu. Saya dan suami sampai pindah dokter untuk melakukan pemeriksaan ulang.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Hasilnya, benar saya mengandung bayi kembar empat. Karena kondisi seperti itu, dokter memeriksa saya lebih lama dari pasien lainnya dan memberikan penjelasan panjang lebar. Menurut dokter, kehamilan saya ini berisiko tinggi, sehingga harus menjalani pemeriksaan dengan saksama. Jadi, saya harus menjalani USG 4D dan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi saya dan si bayi sehat semua. Dokter pun memberikan edukasi supaya saya lebih aware terhadap kehamilan istimewa ini.

Bahkan, dokter juga memberikan informasi mengenai risiko kehamilan kembar yang membuat hati “ciut” mendengarnya, seperti: perdarahan saat hamil ataupun melahirkan. Jika pendarahan tidak berhenti pada saat melahirkan, dapat berakibat pengangkatan rahim atau bahkan kematian pada ibu. Belum lagi si bayi berisiko lahir dengan berat lahir rendah, kemungkinan bertahan hidup lebih kecil dan memerlukan alat bantu khusus seperti inkubator (NICU) dan oksigen.

Tapi menurut dokter, saya tidak perlu risau, khawatir, dan cemas, karena kehamilan saya bagus, sayanya sehat, bayi sehat, kandungan sehat. Oleh karena itu, dokter meminta saya dengan sangat untuk mengikuti apa yang disarankannya, semisal tidak boleh capek, bed rest, mengonsumsi makanan bergizi, serta hidup nyaman dan tenang.

Dokter pun membuatkan program khusus untuk saya, yaitu; memberikan vitamin untuk menjaga kandungan dan janin dalam rahim, melakukan kontrol USG 4D tiap 2 minggu. Dokter juga meminta suami untuk menjaga saya agar tidak banyak beraktivitas, supaya tak terjadi halhal yang tidak diinginkan, seperti pembukaan dini/ perdarahan yang lebih hebat lagi.  Walau sudah ditangani dokter yang oke, suami yang perhatian, orangtua dan mertua yang care, ternyata saya masih takut dengan kehamilan ini.

Sumber : pascal-edu.com