Categories
Parenting

Cara Seru Belajar Huruf

Mengenalkan huruf dan angka bisa dilakukan dengan cara menyenangkan, karena di usia prasekolah, kemampuan bahasa anak sedang berkembang pesat. Usia prasekolah bisa jadi merupakan waktu tepat bagi anak untuk mengenal angka dan huruf.

Baca juga : Beasiswa s1 jerman

Tentu saja, perkenalan anak pada angka dan huruf bisa lebih berkesan jika dilakukan dalam suasana yang menyenangkan. Lafal, urutan, dan bentuk simbol-simbolnya akan terekam dengan mudah dalam memori anak, karena kemampuan bahasanya sedang berkembang pesat dan rasa ingin tahunya juga tumbuh subur. Pendidik Mardha Tresnowaty Putri menuturkan, pengenalan huruf pada si prasekolah dapat dimulai dari melafalkan huruf-huruf dengan tepat, melafalkan huruf sesuai urutan aksara, hingga mengenalkan bentuk simbol huruf dan angka. Ketiganya dilakukan secara bertahap.

Pelafalan huruf sesuai urutan aksara bisa dilakukan dengan menyanyikan lagu “ABCD”. “Mengenalkan pelafalan huruf sesuai urutannya bisa membuat prasekolah lebih mudah memahami konsep huruf dan bunyinya,” jelas Mardha. Lebih lanjut, pengenalan simbol-simbol huruf pada anak usia dini harus bersifat menyenangkan dan menantang. Rentang konsentrasi yang pendek dan pesatnya perkembangan motorik kasar cenderung membuat anak mudah teralihkan. Karena itu, pengenalan huruf pada usia prasekolah mesti lebih ditekankan pada kegiatan bergerak daripada kegiatan di atas meja dan kursi.

Mardha memberikan lima kegiatan alternatif yang dapat digunakan dalam mengenalkan huruf pada anak prasekolah. ¦ Jepitan huruf. Siapkan tali jemuran, jepitan jemuran, dan karton bertuliskan huruf A, B, C, D. Tujuan: Melafalkan huruf A–D secara berurutan. Prosedur: Ajak prasekolah menyanyikan lagu ABCD. Kemudian contohkan cara memasang jepitan huruf A, B, C, dan D pada seutas tali yang dipasang, pasang jepitan secara berurutan dan dilafalkan bersama-sama dengan anak. Minta anak mengulanginya. ¦ Rantai huruf. Siapkan kartu huruf. Kartu huruf dapat dibuat sendiri dengan kertas karton berukuran 5×5 cm dan spidol papan tulis. Selanjutnya, bolongi kedua sisi yang berhadapan dengan pembolong kertas. Satu kartu mewakili satu huruf.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Categories
Parenting

Maksimalkan Perlindungan Si Kecil Bag2

TRUE LOVE Selain nutrisi, kebutuhan paling mendasar anak adalah kelekatan (attachment) dan stimulasi. Nutrisi untuk raga, attachment untuk jiwa, dan stimulasi untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak. Terkait dengan ini, Ratih mengingatkan akan true love atau cinta sejati. Cinta sejati orangtua adalah memberi anak yang terbaik, yakni hal-hal yang dibutuhkan anak, bukan hanya yang anak suka. Salah satu bentuk true love orangtua adalah penegakkan disiplin.”Manusia adalah mahluk kebiasaan. Awalnya mungkin anak menolak dengan jadwal rutinitas yang kita tentukan, namun dengan sikap konsisten orangtua, disiplin dapat ditegakkan,“ jelas Ratih.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

ANAK HARUS LEBIH TINGGI DARI ORANGTUA?

 Itu merupakan pertanyaan menarik yang muncul pada sesi tanya jawab. Saptawati Bardosono, yang akrab disapa dr. Tati menjawab “Ya, kalau nutrisi dan stimulasinya tepat,” ujar dr. Tati. Beliau mencontohkan bangsa Jepang. yang butuh 3 dekade untuk merubah “nasib”. “Sekarang orang Jepang tubuhnya tinggi-tinggi. Jadi jangan menyerah. Bila merasa diri kita pendek, berikan nutrisi dan stimulasi tepat pada anak. Anak, misalnya, harus mendapat cukup kalsium. Namun anak juga butuh nutrisi lainnya karena kalsium tidak dapat berdiri sendiri. Jangan lupa, biarkan anak banyak bergerak,”sarannya. TIGA MENU SEHAT Acara berlanjut dengan demo masak oleh Chef Hedri Dwi Wibowo. Ada tiga menu sehat yang disajikan: Tumis Daging Spesial, Stik tempe, dan Puding Apel Ceria. Para peserta pun mendapat kesempatan mencicipi kelezatan masakan Executive Chef dari Hotel Santika Premier Semarang tersebut. Nah, kemeriahan Sharing Moment ditutup dengan kuis, door prize, dan tentu makan siang. Seru ya!

JANGAN SEPELEKAN PENGUKURAN TEKANAN DARAH

Akurasi dalam pengukuran tekanan darah, ternyata sa ngat penting dilakukan di awal kehamilan, agar bi sa menemukan risiko-risiko gangguan kehamilan, demikian hasil pe ne litian yang dimuat di The Obstetrician & Gynaecologist. Selama ini pengukuran tekanan darah dianggap para ahli masih belum dilakukan dengan baik dan ini berkaitan dengan teknik yang kurang tepat, juga pelatihan yang kurang berkualitas. Hasilnya, risiko kehamilan, seperti preeklamsia, bisa luput dari pengamatan. Untuk itu, Andrew H. Shennan, profesor obstetri dari Women’s Health Academic Centre, London menganjurkan pihak medis lebih teliti dan akurat dalam pengukuran tekanan darah. “Misalnya, dengan lebih memahami kelebihan dan kekurangan alat yang digunakan, serta memperbaiki dari segi teknis,” kata Shennan.

Categories
Parenting

Positif Kembar Empat

Dalam perjuangan menjalani kehamilan sulit ini, saya kembali dikejutkan oleh hasil pemeriksaan dokter yang menyatakan, bayi di rahim saya berjumlah tiga. Lucunya, saat pemeriksaan minggu ke-11 kehamilan, dokter menyatakan bayi yang saya kandung ada empat. Duh! Saya sempat panik dan bingung saat itu. Saya dan suami sampai pindah dokter untuk melakukan pemeriksaan ulang.

Baca juga : tes toefl Jakarta

Hasilnya, benar saya mengandung bayi kembar empat. Karena kondisi seperti itu, dokter memeriksa saya lebih lama dari pasien lainnya dan memberikan penjelasan panjang lebar. Menurut dokter, kehamilan saya ini berisiko tinggi, sehingga harus menjalani pemeriksaan dengan saksama. Jadi, saya harus menjalani USG 4D dan pemeriksaan darah untuk memastikan kondisi saya dan si bayi sehat semua. Dokter pun memberikan edukasi supaya saya lebih aware terhadap kehamilan istimewa ini.

Bahkan, dokter juga memberikan informasi mengenai risiko kehamilan kembar yang membuat hati “ciut” mendengarnya, seperti: perdarahan saat hamil ataupun melahirkan. Jika pendarahan tidak berhenti pada saat melahirkan, dapat berakibat pengangkatan rahim atau bahkan kematian pada ibu. Belum lagi si bayi berisiko lahir dengan berat lahir rendah, kemungkinan bertahan hidup lebih kecil dan memerlukan alat bantu khusus seperti inkubator (NICU) dan oksigen.

Tapi menurut dokter, saya tidak perlu risau, khawatir, dan cemas, karena kehamilan saya bagus, sayanya sehat, bayi sehat, kandungan sehat. Oleh karena itu, dokter meminta saya dengan sangat untuk mengikuti apa yang disarankannya, semisal tidak boleh capek, bed rest, mengonsumsi makanan bergizi, serta hidup nyaman dan tenang.

Dokter pun membuatkan program khusus untuk saya, yaitu; memberikan vitamin untuk menjaga kandungan dan janin dalam rahim, melakukan kontrol USG 4D tiap 2 minggu. Dokter juga meminta suami untuk menjaga saya agar tidak banyak beraktivitas, supaya tak terjadi halhal yang tidak diinginkan, seperti pembukaan dini/ perdarahan yang lebih hebat lagi.  Walau sudah ditangani dokter yang oke, suami yang perhatian, orangtua dan mertua yang care, ternyata saya masih takut dengan kehamilan ini.

Sumber : pascal-edu.com